Jumat, 12 Desember 2008

PRINSIP KERJA MOTOR SINKRON

Mesin sinkron memiliki kumparan jangkar stator dan kumparan medan pada rotor.Kumparan jangkar berbentuk sama dengan mesin induksi , sedangkan kumparan medan dapat berbentuk kutub sepatu(salient)atau kutub dengan celah udara sama rata (rortor silinder).Aru searah (DC) untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan dialirkan kerotor melalui cincin .Apa bila jangkar dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fase akan menimbulkan medan putar pada stator . Kutub medan rotor yang diberi penguat arus searah mendapat tarikan dari kutub medan putar stator hingga turut berbputar dengan kecepatan yang sama (sinkron). Dilihat dari dari adanya segi interaksi dua medan magnet , maka kopel yang dihasilkan motor sinkron meripakan funsi sudut kopelnya (d) .

T= B B sin d

Pada beben nol , sumbu kutub medan berputar berimpit dengan sumbu kumparan medan (d = 0 ). Setiap penambahan eban medan motor “tertinggal” sebentar dari medan stator ,berbentuk sudut kopel (d),untuk kemudian berputar dengan kecepatan yang samam lagi. Beban maksimum tercapai ketika d =90°. Penambahan beban lebih lanjut mengakibatkan hilangnya kekuatan kopel dan motor di sebut kehilangan sinkronasi.

Telah diketahui bahwa pada motor induksi tidak terdapat kumparan medan, sehingga sumber pembangkit fluks hanya diperoleh dari daya masuk, stator. Daya masuk untuk pembangkit fluks merupakan daya induktif, oleh karenanya motor induksi bekerja pada faktor kerja terbelakang. Sedangkan pada motor sinkron terdapat dua sumber pembangkit fluks, yaitu arus bolak-balik pada stator dan arus searah pada rotor.

Bila arus medan pada rotor cukup untuk membangkitkan fluks ( ggm ) yang diperlukan motor, maka stator tidak perlu memberikan arus pemagnetan atau daya reaktif dan motor bekerja pada faktor kerja sama dengan satu. Kalau arus medan pada rotor berkurang, stator akan menarik arus pemagnetan dari jala-jala, sehingga motor bekerja pada faktor kerja terbelakang. Sebaliknya apabila arus medan pada rotor berlebih, kelebihan fluks ini harus diimbangi dan stator akan menarik arus yang bersifat kapasitif dari jala-jala, dan karenanya motor bekerja pada faktor kerja terdahulu. Dengan demikian jelas faktor kerja motor sinkron dapat diatur dengan mengubah-ubah arus medan.

Dalam mempelajari mesin sinkron, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Diantaranya yaitu adanya Reaksi Jangkar, Altenator tanpa beban, Altenator berbeban, Reaktans Sinkron, dan Metoda Potier.

Apabila generator sinkron ( altenator ) melayani beban, maka pada kumparan jangkar stator mengalir arus dan arus inilah yang menimbulkan fluks jangkar. Fluks jangkar yang ditimbulkan arus akan berinteraksi dengan yang dihasilkan kumparan medan rotor, sehingga akan menghasilkan Resultante. Adanya interaksi inilah yang dikenal dengan Reaksi Jangkar.


Dengan memutar altenator pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan, tegangan akan terinduksi pada kumparan jangkar stator. Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator, karenanya tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan. Sedangkan dalam keadaan berbeban arus jangkar akan mengalir dan mengakibatkan terjadinya reaksi Jangkar. Reaksi Jangkar bersifat reaktif karena itu dinyatakan sebagai reaktans dan disebut sebagai reaktans Permagnet.

Untuk melayani beban berkembang, ada kalanya kita harus memparalelkan dua atau lebih altenator dengan maksud memperbesar kapasitas daya yang dibangkitkan. Selain untuk tujuan diatas, kerja paralel juga dibutuhkan untuk menjaga kontinuitas pelayanan apabila ada mesin ( altenator ) yang harus dihentikan, misalnya untuk istirahat atau reparasi. Untuk maksud memparalel ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Harga sesaat ggl kedua altenator harus sama besar, dan bertentangan arah, atau harga tegangan efektif terminal altenator harus sama besar dan bertentangan arah dengan harga efektif tegangan jala-jala.

2. Frekuensi kedua altenator atau frekuensi altenator dengan jala-jala harus sama.

3. Fasa kedua altenator harus sama dan bertentangan setiap saat.

4. Urutan fasa kedua altenator harus sama

Doa Bisa Mengubah Taqdir

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do'a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.

Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik...!

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu’min 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

Kamis, 11 Desember 2008

Apa sih EPC itu?? (Electrical Only)

EPC adalah merupakan singkatan dari Engineering Procurement dan Construction, yang jika diartikan dengan artian Engineering, Pengadaan Barang dan juga Pembangunan, dimana biasanya pada perusahaan yang bergerak di bidang EPC selain merancang atau menghitung teknikalnya, maka dilakukan juga pengadaaan barang dan pembangunan.

Untuk sebuah perusahaan yang berada di bidang EPC, dibagi secara lebih spesifikasi dalam lingkup kerjanya, antara lain yaitu :

1. Oil n Gas (baik itu Offshore maupun Onshore)
2. LNG (Liquid Natural Gas)
3. Power Plant
4. Chemical.

Bahkan bukan hanya yang ada diatas saja, melainkan sampai dengan konstruksi untuk building.

Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam bisnis atau menjalani proyek yang didapatkan oleh sebuah perusahaan EPC, seperti :

1. Memperhatikan gambar pada P&ID (Piping & Instrument Diagram)
2. Setelah diatas kita lakukan baru kita dapat membuat Load list (list dari beban yang akan digunakan).
3. Setelah itu bisa dilakukan Cable Schedule atau Cable Sizing.

Selain beberapa hal yang diatas, yang paling krusial adalah mengenai Cable Schedule dan Cable Sizing, karena pada sektor inilah cost atau uang yang dikeluarkan sangat besar.

Masiih banyak lagi yang bisa dijabarkan dalam bisnis EPC ini, mungkin lain kali akan saya tulis kembali......

Byeeeeeee.......

Regards,

Aris Munandar R
Electrical Engineer IKPT